MENGULAS KEMBALI PERKARA ILMU YANG TELAH DI PELAJARI


 MENGULAS KEMBALI PERKARA ILMU

"Tepatnya pada hari kamis tanggal 8 september 2022 , di hari itu cuacanya tidak cukup bersahabat karena memang dari waktu subuh juga rahmat tuhan sudah turun berupa hujan , di tambah pada hari kamis tersebut kami ada jadwal kuliah offline, bisa di katakan, ini adalah perkuliahan perdana kami di semester 5 , dengan situasi serta kondisi yang cukup tidak mendukung dari pagi juga langit mendung terus , seperti hal nya rasa semangat kami waktu itu, tetapi keadaan tersebut tidak membuat kami pantang menyerah begitu saja, beberapa jam telah kami lewati bersama tentunya itu sedikit membuat kami bersemangat kembali olehnya.

       Tak terasa jam kuliah pun masuk, kami masuk kelas bersama-sama dan dosen pengampu mata kuliah metodologi penelitian bahasa arab, beliau bernama Bapak Erfan Ghazali , sebetulnya kami pernah bersua dengan beliau di beberapa sesi mata kuliah, cuman sangat di sayangkan momen tersebut online dan kamipun tidak mengetahui betul Bapak Erfan ghazali tersebut. Pada pertemuan perdana.

      Pada pertemuan perdana tersebut beliau (Bpk Erfan Ghazali) tidak menerangkan ataupun menjelaskan langsung ke pokok pembahasan apalagi materi inti, tetapi yang beliau bahasa yaitu memberikan persepsi dan mindset berupa paradigma bahwa metodologi adalah cara atau bisa kita sebut dengan pesawat sederhana yang harus di asah hari demi hari, agar apa ? Itu merupakan dasar pemahaman sekaligus antitesa dari segala bentuk konsep pembelajaran.

    menganalogikan beberapa sesuatu diantaranya mencukur rambut dengan gergaji, artinya apa ? bahwa dari analogi tersebut logika kami menolak dan berkata, masa iya mencukur rambut memakai gergaji kan itu sangat tidak cocok sekali, nah dari sana nalar kami di giring untuk mengerti sekaligus memahami bahwa apapun itu harus sesuai/cocok dengan objeknya, karena kalo tidak seperti itu, bisa berakibat fatal bahkan gagal total. Begitu juga dengan metodologi itu sendiri, yang mana arti kalimat tersebut berupa cara yang mana cara ini harus di pertajam supaya runcing sehingga kami bisa memahami dan mengerti bersama. Kemudian beliau menjelaskan kalimat metodologi itu berasal dari bahasa yunani yang berarti "Meta" berarti cara dan "odos" berarti menjalani , Tujuannya adalah memperoleh ilmu pengetahuan pada esensinya, bukan sekedar exsistensi saja tetapi bisa di buktikan secara ilmiah, dari sini beliau memberikan spoiler bahwa ilmu (Knowligde/ ilmu) dan pengetahuan (Science/ma'rifat) itu bisa di peroleh melalui 2 cara, diantaranya yaitu melalui Tradisional dan Ilmiah dari dua cara tersebut di perinci bahwa dalam cara tradisional itu ada beberapa cara yaitu pengalaman, persepsi otoritas/otoritatip sedangkan dengan cara ilmiah yaitu sistematis dan logis, ke dua cara tersebut bisa di katakan deduktip dan induktip. Tentunya dengan materi tersebut kamis harus paham terlebih dahulu dengan yang namanya pengantar filsafat karena apa ? Filsafat adalah salah satu modal dalam critical thingking (nalar kritis)Mengulas kembali"Tepatnya pada hari kamis tanggal 8 september 2022 , di hari itu cuacanya tidak cukup bersahabat karena memang dari waktu subuh juga rahmat tuhan sudah turun berupa hujan , di tambah pada hari kamis tersebut kami ada jadwal kuliah offline, bisa di katakan, ini adalah perkuliahan perdana kami di semester 5 , dengan situasi serta kondisi yang cukup tidak mendukung dari pagi juga langit mendung terus , seperti hal nya rasa semangat kami waktu itu, tetapi keadaan tersebut tidak membuat kami pantang menyerah begitu saja, beberapa jam telah kami lewati bersama tentunya itu sedikit membuat kami bersemangat kembali olehnya.

       Tak terasa jam kuliah pun masuk, kami masuk kelas bersama-sama dan dosen pengampu mata kuliah metodologi penelitian bahasa arab, beliau bernama Bapak Erfan Ghazali , sebetulnya kami pernah bersua dengan beliau di beberapa sesi mata kuliah, cuman sangat di sayangkan momen tersebut online dan kamipun tidak mengetahui betul Bapak Erfan ghazali tersebut. Pada pertemuan perdana.

      Pada pertemuan perdana tersebut beliau (Bpk Erfan Ghazali) tidak menerangkan ataupun menjelaskan langsung ke pokok pembahasan apalagi materi inti, tetapi yang beliau bahasa yaitu memberikan persepsi dan mindset berupa paradigma bahwa metodologi adalah cara atau bisa kita sebut dengan pesawat sederhana yang harus di asah hari demi hari, agar apa ? Itu merupakan dasar pemahaman sekaligus antitesa dari segala bentuk konsep pembelajaran.

    Menganalogikan beberapa sesuatu diantaranya mencukur rambut dengan gergaji, artinya apa ? bahwa dari analogi tersebut logika kami menolak dan berkata, masa iya mencukur rambut memakai gergaji kan itu sangat tidak cocok sekali, nah dari sana nalar kami di giring untuk mengerti sekaligus memahami bahwa apapun itu harus sesuai/cocok dengan objeknya, karena kalo tidak seperti itu, bisa berakibat fatal bahkan gagal total. Begitu juga dengan metodologi itu sendiri, yang mana arti kalimat tersebut berupa cara yang mana cara ini harus di pertajam supaya runcing sehingga kami bisa memahami dan mengerti bersama. Kemudian beliau menjelaskan kalimat metodologi itu berasal dari bahasa yunani yang berarti "Meta" berarti cara dan "odos" berarti menjalani , Tujuannya adalah memperoleh ilmu pengetahuan pada esensinya, bukan sekedar exsistensi saja tetapi bisa di buktikan secara ilmiah, dari sini beliau memberikan spoiler bahwa ilmu (Knowligde/ ilmu) dan pengetahuan (Science/ma'rifat) itu bisa di peroleh melalui 2 cara, diantaranya yaitu melalui Tradisional dan Ilmiah dari dua cara tersebut di perinci bahwa dalam cara tradisional itu ada beberapa cara yaitu pengalaman, persepsi otoritas/otoritatip sedangkan dengan cara ilmiah yaitu sistematis dan logis, ke dua cara tersebut bisa di katakan deduktip dan induktip. Tentunya dengan materi tersebut kamis harus paham terlebih dahulu dengan yang namanya pengantar filsafat karena apa ? Filsafat adalah salah satu modal dalam critical thingking (nalar kritis).

        Hmm kalo berbicara tentang ilmu sepertinya tidak akan ada habisnya karena itu sudah menjadi makanan sehari-hari,kalo di ibarat kan ketika kita ingin membangun sesuatu so pasti harus tau ilmunya kan terus motodenya seperti contohnya ketika kita punya sebuah brand terus si brand itu ingin terkenal terus salah satu yaitu dengan melakukan brand storytelling (sebuah Seni untuk membangun indentitas atau citra dengan menggunakan sebuah narasi) nah dapat kita lihat dari contoh bahwa semuanya itu perlu ilmunya entah itu ilmu yang modern ataupun secara tradisional.Lalu bagaimana cara siapa supaya tidak lupa terhadap sesuatu ilmu? Yaitu dengan acara kita mengamalkannya kepada orang lain, terus ilmu nya di praktekkan,dan tentunya ilmu itu harus tetep di luas kembali walaupun memang sudah lama di pelajari.Apa maaf nya ketika kita sudah mempunyai ilmu! Orang yang sudah mempunyai ilmu pasti menyikapi suatu hal dengan fikiran positif dan bijak ketika dia memutuskan suatu hal yang memang benar itu penting baginya ataupun orang lain bahkan di sebutkan dalam sebuah hadits "barang siapa yang menempuh jalan mencari ilmu maka Allah akan di permudah bagiannya jalan menuju surga "

      Dan pasti ketika kita sedang melakukan sebuah perjalanan mencari ilmu pasti likunya ada saja entah itu berat atau ringan nah dari lika liku itu pasti banyak ilmu yang dapat di petik dan bisa di jadikan sebuah pelajaran,kan di hadist di atas saja menyebutkan bahwasanya orang yang sedang mencari ilmu jaminan permudah jalan menuju surga dan pasti jalan menuju syurga itu sangat tidak mudah seperti kehidupan yang sedang kita jalani ini susah dan memang sulit,yah namanya orang yang mau berusaha ga akan ada habisnya sebelum dia dapatkan apa yang di dia mau dan ingat ketika Kita sudah mendapatkan sesuatu dalam sebuah ilmu Jangan pernah serakah.

     Tak terasa hari berlalu begitu cepat sudah mau bertemu lagi dengan hari senin lagi, lelah bukan, tapi jangan dulu lelah mending kita lanjut aja mengulas lagi perkara ilmu hayoo ilmu apa yang kemaren kalian dapatkan ingat jangan sampai lupa sedikitpun kadang ilmu yang kita dapatkan tanpa kita sadan sudah sering kita di jumpai di lingkungan sekitar kita  contonya ilmu sabar ketika kita mengantri membeli makana,oh iyah kemarin saya mendatkan sedikit ilmu tentang penyiaran awalnya saya kurang paham soalnya ilmu penyiaran ko malah belajar bernyayi,berhayal awalnya saya bingung tetepi setela dosen mata kuliah menjelaskan mulai paham ternyata ketika kita belajar bernyanyi yaitu untuk belajar vokal pada saat nanti kita melakukan penyiaran dan kenapa kita belajar menghayal supa kita bisa membawa suasana ketika kita sedang Melakukan penyiaran,salah satu materi yang di pelajari yaitu ilmu penyiaran radio awalnya muncul radio yaitu dalam gelombang elektromagnetik yang di gunakan sehingga bisa menghasilkan suara pasti nya kalian pernah ngalamin masa kecil yang dulu suka ngomong dari kaleng jarang jauh nah itu salah satu nya penyiaran radio tapi sekarang setelah berkembang nya zaman banyak sekali alat modern salah satunya alatnya adalah pemancar yang tinggi pasti kalian pada tau kan dan masih banyak sekali alat lain.Hmm cukup dulu sampai di sini nanti kita lanjut kembali dengan ilmu yang sudah di pelajari okay bayy🙌 😊


Komentar