Tak terasa jam kuliah pun masuk, kami
masuk kelas bersama-sama dan dosen pengampu mata kuliah metodologi penelitian
bahasa arab, beliau bernama Bapak Erfan Ghazali , sebetulnya kami pernah bersua
dengan beliau di beberapa sesi mata kuliah, cuman sangat di sayangkan momen
tersebut online dan kamipun tidak mengetahui betul Bapak Erfan ghazali
tersebut. Pada pertemuan perdana.
Pada pertemuan perdana tersebut beliau (Bpk Erfan Ghazali) tidak
menerangkan ataupun menjelaskan langsung ke pokok pembahasan apalagi materi
inti, tetapi yang beliau bahasa yaitu memberikan persepsi dan mindset berupa
paradigma bahwa metodologi adalah cara atau bisa kita sebut dengan pesawat
sederhana yang harus di asah hari demi hari, agar apa ? Itu merupakan dasar
pemahaman sekaligus antitesa dari segala bentuk konsep pembelajaran.
menganalogikan beberapa sesuatu
diantaranya mencukur rambut dengan gergaji, artinya apa ? bahwa dari analogi
tersebut logika kami menolak dan berkata, masa iya mencukur rambut memakai
gergaji kan itu sangat tidak cocok sekali, nah dari sana nalar kami di giring
untuk mengerti sekaligus memahami bahwa apapun itu harus sesuai/cocok dengan objeknya,
karena kalo tidak seperti itu, bisa berakibat fatal bahkan gagal total. Begitu
juga dengan metodologi itu sendiri, yang mana arti kalimat tersebut berupa cara
yang mana cara ini harus di pertajam supaya runcing sehingga kami bisa memahami
dan mengerti bersama. Kemudian beliau menjelaskan kalimat metodologi itu
berasal dari bahasa yunani yang berarti "Meta" berarti cara dan
"odos" berarti menjalani , Tujuannya adalah memperoleh ilmu
pengetahuan pada esensinya, bukan sekedar exsistensi saja tetapi bisa di
buktikan secara ilmiah, dari sini beliau memberikan spoiler bahwa ilmu
(Knowligde/ ilmu) dan pengetahuan (Science/ma'rifat) itu bisa di peroleh
melalui 2 cara, diantaranya yaitu melalui Tradisional dan Ilmiah dari dua cara
tersebut di perinci bahwa dalam cara tradisional itu ada beberapa cara yaitu
pengalaman, persepsi otoritas/otoritatip sedangkan dengan cara ilmiah yaitu
sistematis dan logis, ke dua cara tersebut bisa di katakan deduktip dan
induktip. Tentunya dengan materi tersebut kamis harus paham terlebih dahulu
dengan yang namanya pengantar filsafat karena apa ? Filsafat adalah salah satu
modal dalam critical thingking (nalar kritis)Mengulas kembali"Tepatnya pada
hari kamis tanggal 8 september 2022 , di hari itu cuacanya tidak cukup
bersahabat karena memang dari waktu subuh juga rahmat tuhan sudah turun berupa
hujan , di tambah pada hari kamis tersebut kami ada jadwal kuliah offline, bisa
di katakan, ini adalah perkuliahan perdana kami di semester 5 , dengan situasi
serta kondisi yang cukup tidak mendukung dari pagi juga langit mendung terus ,
seperti hal nya rasa semangat kami waktu itu, tetapi keadaan tersebut tidak
membuat kami pantang menyerah begitu saja, beberapa jam telah kami lewati
bersama tentunya itu sedikit membuat kami bersemangat kembali olehnya.
Tak terasa jam kuliah pun masuk, kami
masuk kelas bersama-sama dan dosen pengampu mata kuliah metodologi penelitian
bahasa arab, beliau bernama Bapak Erfan Ghazali , sebetulnya kami pernah bersua
dengan beliau di beberapa sesi mata kuliah, cuman sangat di sayangkan momen
tersebut online dan kamipun tidak mengetahui betul Bapak Erfan ghazali
tersebut. Pada pertemuan perdana.
Pada pertemuan perdana tersebut beliau (Bpk Erfan Ghazali) tidak
menerangkan ataupun menjelaskan langsung ke pokok pembahasan apalagi materi
inti, tetapi yang beliau bahasa yaitu memberikan persepsi dan mindset berupa
paradigma bahwa metodologi adalah cara atau bisa kita sebut dengan pesawat
sederhana yang harus di asah hari demi hari, agar apa ? Itu merupakan dasar
pemahaman sekaligus antitesa dari segala bentuk konsep pembelajaran.
Menganalogikan beberapa sesuatu
diantaranya mencukur rambut dengan gergaji, artinya apa ? bahwa dari analogi
tersebut logika kami menolak dan berkata, masa iya mencukur rambut memakai
gergaji kan itu sangat tidak cocok sekali, nah dari sana nalar kami di giring
untuk mengerti sekaligus memahami bahwa apapun itu harus sesuai/cocok dengan objeknya,
karena kalo tidak seperti itu, bisa berakibat fatal bahkan gagal total. Begitu
juga dengan metodologi itu sendiri, yang mana arti kalimat tersebut berupa cara
yang mana cara ini harus di pertajam supaya runcing sehingga kami bisa memahami
dan mengerti bersama. Kemudian beliau menjelaskan kalimat metodologi itu
berasal dari bahasa yunani yang berarti "Meta" berarti cara dan
"odos" berarti menjalani , Tujuannya adalah memperoleh ilmu
pengetahuan pada esensinya, bukan sekedar exsistensi saja tetapi bisa di
buktikan secara ilmiah, dari sini beliau memberikan spoiler bahwa ilmu
(Knowligde/ ilmu) dan pengetahuan (Science/ma'rifat) itu bisa di peroleh
melalui 2 cara, diantaranya yaitu melalui Tradisional dan Ilmiah dari dua cara
tersebut di perinci bahwa dalam cara tradisional itu ada beberapa cara yaitu
pengalaman, persepsi otoritas/otoritatip sedangkan dengan cara ilmiah yaitu
sistematis dan logis, ke dua cara tersebut bisa di katakan deduktip dan
induktip. Tentunya dengan materi tersebut kamis harus paham terlebih dahulu
dengan yang namanya pengantar filsafat karena apa ? Filsafat adalah salah satu
modal dalam critical thingking (nalar kritis).
Hmm kalo berbicara tentang ilmu
sepertinya tidak akan ada habisnya karena itu sudah menjadi makanan
sehari-hari,kalo di ibarat kan ketika kita ingin membangun sesuatu so pasti
harus tau ilmunya kan terus motodenya seperti contohnya ketika kita punya sebuah
brand terus si brand itu ingin terkenal terus salah satu yaitu dengan melakukan
brand storytelling (sebuah Seni untuk membangun indentitas atau citra dengan
menggunakan sebuah narasi) nah dapat kita lihat dari contoh bahwa semuanya itu
perlu ilmunya entah itu ilmu yang modern ataupun secara tradisional.Lalu
bagaimana cara siapa supaya tidak lupa terhadap sesuatu ilmu? Yaitu dengan
acara kita mengamalkannya kepada orang lain, terus ilmu nya di praktekkan,dan
tentunya ilmu itu harus tetep di luas kembali walaupun memang sudah lama di
pelajari.Apa maaf nya ketika kita sudah mempunyai ilmu! Orang yang sudah
mempunyai ilmu pasti menyikapi suatu hal dengan fikiran positif dan bijak
ketika dia memutuskan suatu hal yang memang benar itu penting baginya ataupun
orang lain bahkan di sebutkan dalam sebuah hadits "barang siapa yang
menempuh jalan mencari ilmu maka Allah akan di permudah bagiannya jalan menuju
surga "
Dan pasti ketika kita sedang
melakukan sebuah perjalanan mencari ilmu pasti likunya ada saja entah itu berat
atau ringan nah dari lika liku itu pasti banyak ilmu yang dapat di petik dan
bisa di jadikan sebuah pelajaran,kan di hadist di atas saja menyebutkan
bahwasanya orang yang sedang mencari ilmu jaminan permudah jalan menuju surga
dan pasti jalan menuju syurga itu sangat tidak mudah seperti kehidupan yang
sedang kita jalani ini susah dan memang sulit,yah namanya orang yang mau
berusaha ga akan ada habisnya sebelum dia dapatkan apa yang di dia mau dan
ingat ketika Kita sudah mendapatkan sesuatu dalam sebuah ilmu Jangan pernah
serakah.
Tak terasa hari berlalu begitu cepat sudah mau bertemu lagi dengan hari senin lagi, lelah bukan, tapi jangan dulu lelah mending kita lanjut aja mengulas lagi perkara ilmu hayoo ilmu apa yang kemaren kalian dapatkan ingat jangan sampai lupa sedikitpun kadang ilmu yang kita dapatkan tanpa kita sadan sudah sering kita di jumpai di lingkungan sekitar kita contonya ilmu sabar ketika kita mengantri membeli makana,oh iyah kemarin saya mendatkan sedikit ilmu tentang penyiaran awalnya saya kurang paham soalnya ilmu penyiaran ko malah belajar bernyayi,berhayal awalnya saya bingung tetepi setela dosen mata kuliah menjelaskan mulai paham ternyata ketika kita belajar bernyanyi yaitu untuk belajar vokal pada saat nanti kita melakukan penyiaran dan kenapa kita belajar menghayal supa kita bisa membawa suasana ketika kita sedang Melakukan penyiaran,salah satu materi yang di pelajari yaitu ilmu penyiaran radio awalnya muncul radio yaitu dalam gelombang elektromagnetik yang di gunakan sehingga bisa menghasilkan suara pasti nya kalian pernah ngalamin masa kecil yang dulu suka ngomong dari kaleng jarang jauh nah itu salah satu nya penyiaran radio tapi sekarang setelah berkembang nya zaman banyak sekali alat modern salah satunya alatnya adalah pemancar yang tinggi pasti kalian pada tau kan dan masih banyak sekali alat lain.Hmm cukup dulu sampai di sini nanti kita lanjut kembali dengan ilmu yang sudah di pelajari okay bayy🙌 😊

Komentar