Berbicara soal peran, tentunya sangat umum sekali kita temui dalam
ruang lingkup kehidupan,terutama dalam realitas sosial yang mana memiliki
korelasi yang cukup kompleks. Adapun definisi dari peran itu sendiri sebagaimana yang dikemukakan oleh ahli
sosiologi Raph Linton,peran adalah “The dynamic aspect of status”seorang
yang menjalankan peranan manakala ia menjalankan hak dan kewajiban yang
merupakan status,sedangkan suatu status itu sendiri merupakan “Collection og
right and duties”suatu kumpulan hak dan kewajiban,selanjutnya tanggung
jawab memiliki definisi sebagai berikut,menurut Burhanudin tanggung jawab
adalah kesanggupan untuk menetapkan sikap terhadap suatu perbuatan atau tugas
yang diemban dan kesanggupan untuk memikul resiko dari suatu perbuatan yang
dilakukan,sedangkan mahasiswa itu adalah seseorang yang sedang dalam proses
menimba ilmu ataupun belajar dan terdaftar sedang menjalani pendidikan pada
salah satu bentuk lembaga perguruan tinggi
yang terdiri dari akademik,politeknik,sekolah tinggi,institusi dan universitas
yang mana semua itu mempunyai korelasi yang intent sekali dalam aspek sosial
Aspek sosial di
sini lebih spesifiknya dalam ranah sosial kampus tentunya,karena memang banyak
sekali diantara mahasiswa/wi sendiri yang belum menyadari dan sadar akan peran sekaligus
tanggung jawabnya sendiri di kampus,bahkan tidak jarang dari mereka,tanpa
disadari telah mencederai title seorang mahasiswa/wi nya sendiri,lantas
bagaimana nanti kalo sudah terjun ke ranah sosial masyarakat ? Sedangkan dalam
ranah sosial kampusnya pun,belum tuntas.oleh karena itu, ini menjadi problematika
yang sangat memalukan dan tentunya
menjadi krisis intelektual pada ahirnya.bahkan sudah waktunya bagi seorang
mahasiswa sadar akan peran dan tanggung jawabnya dalam ranah sosial kampus.
Lantas apa saja sih yang menjadi problematika seorang mahasiswa
tersebut,sehingga tidak menyadari peran dan tanggung jawaabnya ? Mari kita
analisa dari beberapa faktor-faktor berikut :
·
Pertama, tentunya kita lliat dari
latar belakang seorang mahasiswa itu sendiri,karena memang kita tidak bisa
mengkritik dan menghakimi orang lain, tanpa dasar yang jelas dan data yang
valid atas penelitian serta analisa di
lapangan,dari mulai identifikasi masalah,pengumpulan data sekaligus
menganalisa masalah tersebut
·
Kedua, menyimpulkan masalah tersebut
dengan di sertai korelasinya dan tentunya ahirnya memberikan sosuli serta
beberapa alternatif yang bisa di lakukan oleh seorang mahasiswa tersebut,guna
bisa mengimplementasikan peran dan tanggung jawab dari mahasiswa itu
sendiri,sehingga dari sekian banyaknya tujuan mahasiswa bisa tercapai
Salah satu problem yang sering kita temui dan sifatnya bisa
memengaruhi terhadap orang di sekitarnya,yaitu “ PERGAULAN ”,tentunya
dalam pergaulan ini seorang mahasiswa bisa meraih apapun yang ia inginkan
bahkan ketika tidak adanya ruang-ruang yang memang mengandung edukasi,seperti
ruang diskusi,visioner dan masih banyak lainnya.tentunya ruang pergaulan lah
yang sangat intent sekali dalam memengaruhi karakter,sikap,bahkan mindset juga
ikut terlena oleh yang namanya pergaulan,oleh karena itu seorang mahasiswa
sudah seharunya bisa memilah dan memilih pergaulan yang seperti apakah yang
harus ia ikuti dan tekuni, sudah pasti pergaulan-pergaulan yang bisa membuat
diri seorang mahasiswa tersebut maju (progresif), dalam artian bisa membuat
seorang mahasiswa sadar akan peran dan tanggung jawabnya,seperti pergaulan
dengan orang-orang hebat, dalam artian yang mempunyai kompetensi yang baik,berprestasi,wawasan
keilmuannya luas,baik ilmu pengetahuan umum maupun agama dan tentunya yang bisa di jadikan publick figur. Kemudian ada
ruang-ruang diskusi yang bisa menambah wawasan dan intelektualitas yang sudah
menjadi kewajiban bagi seorang mahasiswa ikuti dan tekuni,dengan mengikuti
semua itu sikap apatis dan egois akan terhindar,dan out put nya terbentuknya
kesadaran akan peran dan tanggung jawab seorang mahasiswa tersebut, dengan
semua permasalahan dari faktor PERGAULAN itu, kita dapat menyimpulkan sekaligus
memberi solusi atas polemik dan insiden tersebut, melalui pertanyaan berikut
ini :
1. Lantas dengan kesadaran
tersebut, apakah seorang mahasiswa bisa mengimplementasikan peran dan tanggung
jawabnya dalam aspek sosial kampus ? Secara proses yang telah di lakukan seorang
mahasiswa tersebut,dengan
sungguh-sungguh tentunya akan membuahkan hasil yang fantastis
yaitu,implementasi (praktek) sebagaimana dalam ungkapan kata-kata mutiara "من جد وجد" yang artinya Barang siapa yang bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil.
Kemudian ada juga sebuah ungkapan oleh seorang jurnalis sekaligus influencer ternama di indonesia,
yaitu Najwa Shihab “Apa gunanya sekolah tinggi-tinggi,jika hanya perkaya diri
sendiri dan family” dengan kutipan kata-kata tersebut,tentunya bisa kita
ketahui dan pahami bersama, bahwa ketika seorang mahasiswa bersunggung-sungguh
dalam prosesnya dan hasil dari ilmu pengetahuannya tidak hanya untuk dirinya
sendiri serta keluarganya saja,sudah pasti secara otomatis semua prosesnya itu
akan membuahkan hasil, yaitu mengimplementasikan ke dalam kehidupan sehari-hari
ke dalam ranah sosial kampus secara berkala dan intensif. Seperti peran menjadi
agen of change dengan wujud mengadakan acara seminar inovatif yang dapat
menuntaskan tantangan zaman,membuat karya-karya ilmiah yang mengkritik ketidak
adilan dan penindasan terhadap hak dan kewenangan seorang mahasiswa/wi, dan
tentunya masih banyak yang lainnya
Komentar