Di pagi yang cerah, dengan diiringi kicauan burung-burung dan embun pagi, keadaan itu selalu memberi rasa dingin nan sunyi. apalagi suasana pagi di kampung, sungguh sangat nyaman sekali,bahkan saking nyamannya mata pun tidak sanggup untuk membukanya lagi
Pada waktu pagi itu,aku pun menikmatinya,tepatnya di depan rumah,dengan kaki terselonjor,tatapan ke arah timur,sembari menikmati hangatnya pagi hari dan embunnya yang dingin
Aku pun sempat beberapa
kali berfikir tentang cita-cita,
kebutuhan,keinginan,kebahagian dan yang paling menarik, hingga aku sedikit berfikir keras,yaitu mengenai apa sih makna kebahagiaan itu ?
Orang-orang sangat ingin sekali menggapainya,bahkan sangat banyak sekali pada saat ini, mereka menghalalkan segala cara demi meraih kebahagiaan itu,entah dalam aspek sosial,pendidikan, dan yang paling berpengaruh yaitu aspek ekonomi (finansial),karena memang realitanya,uang selalu bisa menuntaskan segala persoalan,bahkan yang paling ironisnya lagi,keadilan dan kekuasaan masih ternilai dengan angka-angka,yaitu uang itu sendiri
Dengan realita yang membuat elegi itu,efeknya sangat besar sekali,tidak jarang dari sekian banyaknya kasus,insiden,polemik dan tentunya kejahatan, justru yang benar bisa menjadi salah begitupun sebaliknya
Setelah beberapa saat berfikir, aku pun tersadar dari relung pemikiran ku
sendiri,setelah sinar matahari pagi mulai terasa panas. Sontak aku langsung berdiri sekaligus membereskan sisa makanan yang sebelumnya sudah tersaji, sesudah itu semua, aku pun kembali beraktivitas seperti biasanya, yang mana pada itu propesiku adalah seorang buruh tani
Tentunya bagi seorang buruh tani sudah pasti pekerjaan identik dengan perkebunan,pesawahan dan ladang-ladang tanah yang sudah di garap,yang nantinya akan di tanami
Kacang-kacangan,jagung,singkong,
sayuran dan masih banyak lainnya. Oleh karena itu semua penghasilannya, dari setiap panen sudah cukup fantastis dan tentunya cukup untuk menghidupi
resiko keluarga sehari-harinya
Dengan itu semua,tentunya butuh perjuangan moril maupun materil yang cukup, dari mulai membuka ladang (tanah),menggarap,memetakan dan sudah menanam pun harus di rawat sampai dengan memetik hasilnya,yaitu musim panen. Di tambah lagi untuk sampai pada musim panen itu, tentunya membutuhkan kurun waktu yang sangat relatif lama,jangkanya bisa 60-100 hari dari mulai masa penanaman dan itu juga sebetulnya kembali ke perawatan yang teratur dan apik
Oleh karena itu, aku tau betul esensi dari perjuangan itu apa,bahkan sebuah perjuangan akan kekal abadi,terkenang dan terus berkembang sampai tuhan tidak lagi memberi pernafasan. Apapun itu perjuangannya wajib di apresiasi,walaupun itu cuma sedikit,karena pada dasarnya perubahan besar itu, bermula dari perubahan yang sedikit demi sedikit menjadi bukit,dalam artian menjadi besar
Dan aku merasa, bahkan pernah di posisi tersebut,dimana sebuah "Perjuangan" sudah tidak di hargai lagi,bahkan cuma jadi pemanis lidah saja dan pernak pernik individu,sekaligus alibi bagi mereka yang mencari reputasi tanpa aksi,yang mempunyai kepentingan hanya untuk dirinya sendiri sampai tega memakjulkan teman sendiri, demi sebuah keuntungan,kemenangan,ketenaran dan masih banyak yang lainnya
Padahal kalo kita berfikir logis,dengan segenap ilmu pengetahuan yang kita miliki, semua itu sifatnya hanya sementara saja,namun entah apa yang merasuki mereka,hingga tega bertindak bejat seperti itu. Dan yang lebih parah lagi,bahkan sampai membuatku menggelengkan kepala beberapa kali, problematika tersebut sering terjadi di lembaga-lembaga atau institusi-institusi yang memang mempunyai kapasitas Ilmu pengetahuan yang mumpuni dan kompeten
Hingga akupun berasumsi,apakah mereka terlalu pintar ? sehingga dengan
kepintarannya itu, sampai membuat buta sekaligus catat logika, terhadap esensi nan makna dari "Perjuangan" itu sendiri
Entah lah, akupun tidak mengerti dan paham seutuhnya dengan sebab akibat problematika tersebut, yang terpenting sekarang kita harus paham dan ngerti akan makna nan esensi dari "Perjuangan" sehingga kita bisa mengimplementasikannya dengan wujud menghargai dan mengapresiasinya...#peace

Komentar