Faktanya dalam setiap sektor masyarakat itu sangat kompleks antara yang satu dengan yang lainnya, dalam artian ketika dalam sektor lingkungan misalnya, itu ada korelasinya dengan sektor kesehatan, bahkan dengan sektor agama sekali pun. Maka dengan demikian isu moral yang marak terjadi dimasyarakat modern atau pun tradisional itu, lebih dominan pada “Kurangnya rasa meliki terhadap apa yang mereka miliki” dalam artian semisal ada salah satu masyarakat yang masih saja buang sampah sembarangan ke sungai, irigasi pesawahan atau bahkan ke depan rumah tetangga nya sendiri. oleh sebab itu polemik seperti ini sangat sukar untuk kita selesainya, karena lagi-lagi ini berhubungan dengan pribadinya sendiri (person) yang mana orang lain hanya bisa mengingatkan dan memberi nasehat kepada pelaku tersebut.
Sudah saatnya kita sadar tanpa
disadarkan oleh apapun, karena sejatinya obat dari segala penyakit moralitas setiap individu itu, ada pada dirinya sendiri,
bukan pada orang lain, karena memang orang lain Cuma sekedar perantara saja,
selebihnya kita sendiri yang mengimplementasikannya. Banyak sekali tentunya
obatnya yang ada dalam diri, semisal dari panca indra berupa mata, kita bisa
melihat dampak dari setiap apa yang kita liat, baik itu yang sifatnya positif
atau negatif, maka seterusnya otak pun bisa menganalisa sekaligus mengkonfirmasi,
menganalisa, menyortir yang tahap akhir dari semuanya itu menjadi satu kesatuan
yang utuh yaitu sebuah kesmipulan, yang dinamakan persepsi”.
Maka dengan demikian sedikit demi
sedikit moralitas itu akan meningkat dengan dibuktikan, disiplin dalam bekerja,
tidak buang sampah sembarangan, tolong menolong, bahkan sikap sosialnya pun
bisa meningkat. Oleh sebab itu semua polemik moral yang semakin hari semakin
menjadi-jadi tersebut, bisa terminimalisir dengan step by step, dan mata analisis
yang digunakan dalam pemecahan polemik moral ini, bisa menggunakan ansos (
analisis sosial) atau problem solving dimasyarakat

Komentar