Sudah lama sekali sebetulnya aku menunggu momen ini, akan tetapi tuhan masih belum menentukan waktunya sesuai skenario dan sikon yang tepat. Tapi aku tidak tergesa-gesa juga dalam menanti momen itu, oleh sebab itu tidak jarang aku tersenyum sembari menghadap langit, meliahat indahnya awan dan segarnya udara pagi.
Tiba saatnya aku mengurai satu persatu dari momen "Sore yang Merona" saat itu, sore yang begitu berkesan, positif vibes, terasa nyaman sekali. Sejujurnya waktu itu banyak sekali stimulus yang membuatku nyaman dan tentunya bermanfaat sekali, dari mulai bincang santai, shering polemik masyarakat sekitar, sampe bahas korupsi yang dilakukan oleh beliau-beliau yang katanya wakil rakyat dan punya otoritas birokrasi.
Oleh sebab itu aku berfikir bahwa sore itu, adalah sore yang merona dengan segala momennya, jelas sekali feedback dari apa yang sudah aku lakukan saat itu, bisa mengubah mindset, moral, bahkan kebaikan pun tertabur masif saat itu. Aku pun mendapatkan inovasi dari warga sekitar "Bahwa apa saja teori ilmunya yang telah dipelajari pada saat diinstansi, faktanya masih belum seutuhnya sesuai dengan teknis lapangannya, bahkan tidak jarang mereka menganggap orang yang berpendidikan tinggi, hanya bisa berteori saja, aksinya kosong, kerjanya tidak nyata, juatru yang ada malah menambah dilema.
Tapi sore itu juga menjawab semua keluh kesah dari diskusi yang kita laksanakan, solusi dan beberapa alternatif sudah disampaikan satu persatu, dari mulai mengadakan seminar, yang temanya edukasi mindset, gerakan peningkatan moral, aksi nyata bersama mahasiswa dan masih banyak yang lainnya dari beberapa yang telah disajikan.
Endingnya terimakasih tuhan telah memberiku waktu sore yang merona" semoga saja perjuangan dan pengorbanan yang kita lewati bersama, bisa tumbuh subur terus menerus dari generasi ke generasi selanjutnya setelah kami.
Komentar