Diri Merupakan Kunci



Dunia ini terus berputar, yang dibawah berusaha untuk bisa keatas, begitu pun sebaliknya, bahkan ada yang formal malah jadi formalitas, tak berbekas malah jadi budak dari permainan murahanan. Ya begitu lah realitanya, semua orang bisa untuk beretorika, akan tetapi implementasi dan aksi nyatanya nol parah, bahkan lebih memilih apatis dari usulan dan solusi yang sudah mereka tawarkan.

      Tapi perlu kita ketahui bersama bahwa moralitas itu terbebtuk dari diri kita sendiri, dan perlu dipahami bahwa pembelajaran tersebut muncul dari pengalaman dan kegagalan, maka dari itu tidak jarang orang yang teguh dengan prinsipnya atau fokus terhadap satu tujuan itu, mereka-mereka makin mengurangi aktivitas-aktivitas yang kurang mendukung kompetensinya atau bahkan kurang bermanfaat bagi dirinya dan khalayak umum. Kemudian ada juga yang berbicara bahwa ketika kita mulai fokus terhadap sesuatu, itu akan ada salah satu dari sekian banyak teman-temannya itu, jadi sedikit, atau bahkan tidak punya teman sekali pun yang sefrekuensi, dan tentunya topik pembimcaraan itu ada benarnya, karena memang faktanya ada, dan mayoritasnya memang seperti itu, tanpa kita sadari dan pahami.

        Oleh karena itu, diri merupakan kunci, bahwa diri kita adalah diri kita sendiri, bukan orang lain. Orang lain hanya bisa membantu saja, misal dari segi pemikiran, tenaga, atau bahkan materi, dan tetap endingnya kita sendiri yang mengeksekusinya berikut dengan proses menuju progresnya.

bahkan dalam salah satu studi edukasi mindset dipaparkan bahwa " Tidak ada yang bisa menolong dirimu sendiri, terkecuali kamu sendiri " & Sukses atau tidaknya dirimu, itu kembali pada dirimu sendiri" dari kata-kata berikut tentunya bisa sedikit demi sedikit menyadari moralitas diri kita sendiri, bahwa semua itu tergantung diri kita sendiri.

Komentar