Pembantaian Pada Diri Sendiri

 


a.     Tidak ada orang yang benar-benar 100% peduli dengan kita, mereka pasti memiliki kesibuk dengan dunianya masing-masing. Oleh karena itu, mandiri dan bertanggung jawablah atas dirimu sendiri. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa salah tipe dari manusia adalah selalu ingin diperdulikan oleh orang lain, tanpa ia sadari bahwa semua orang pasti memiliki kesibukannya sendiri dan hal tersebut bersifat sekunder, primer atau bahkan teriser, maka dengan demikian perlunya kita sendiri yang harus mandiri dan bertanggung jawab atas segala perbuatan yang sudah kita lakukan, setidaknya ada pergerakan dan dampak yang bisa di ambil hikmah oleh diri sendiri atau lebih baiknya lagi manfaat bagi orang lain

b.    Sadar atau tidak sadar, selama ini kita terlalu banyak mendengarkan omongan orang yang bahkan berkontribusi saja enggak, oleh karena itu hal seperti itu tidak harus kita perdulikan. Narasi tersebut buka hanya sekedar narasi saja, bahkan di era sekarang generasi gen Z menjadi salah satu bukti, generasi yang paling banyak angka pennganggurannya, salah satu penyebabnya itu tidak lain dan tidak bukan adalah terlalu sering mendengarkan omongan terang lain terhadap suatu fenomena atau terhadap seuatu keputusan yang pada akhirnya membuat mindset mereka menjadi pesimis atau bahkan yang lebih ironisnya lagi takut untuk mencoba dan gagal dari suatu proses 

c.     Mayoritas yang kita takutkan selama ini, tidak benar-benar terjadi, semua itu hanya ada di dunia pikiran bukan di dunia nyata. Dinamika seperti itu terjadi di fase remaja menuju dewasa, bahkan masih ada juga yang tanpa batasan usia secara spesifik pun masih mengalami problematika tersebut, salah satu penyebabnya adalah karena diri kita sendiri yang terlalu overthingking atau bahkan terlalu peduli dengan fenomena negatif yang pada akhirnya menjadikan stigma terhadap persfektip diri sendiri hingga berbuah menjadi ketakukan yang bilamana kita telisik lebih pelik, itu semua semata-mata hanya ada dalam dunia pikiran kitam bukan dalam realita

 

d.  Tidak akan ada orang yang percaya dengan kita sebelum kita membuktikannya, maka kurangi retorika perbanyak aksi. Hal demikian sangat sering sekali di lakukan oleh mayoritas orang, mereka tidak bercermin terhadap dirinya sendiri, terbuai oleh argumen yang sebetulnya sentimen, persfektip yang sebetulnya tidak memberikan edukasi tapi lebih ke ego sentris, tidak lain dan tidak bukan, penyebabnya adalah karena terlalu cepat berbicara sebelum berpikir terlebih dahulu, memang sanngatlah gampang untuk menilai diri, apalgi hanya dengan berkata-kata, tapi untuk menelaah lebih pelik terhadap diri sendiri sangatnya apatis bahkan tidak ingin menerima kejelekan diri sendiri

Ket. Semua hanya narasi jika tidak ada aksi, semua hanya aksi jika tidak ada inovasi, semua hanya inovasi jika tidak ada potensi. Semua manusia terlahir kuat, hanya diri sendirilah yang belum menemukan kekuatan itu, kuncinya adalah diri sendiri.


Komentar