Perlunya survive dalam kehidupan merupakan hal
yang perlu di siapkan oleh setiap manusia, terlepas itu yang sifatnya komersil
ataupun non komersil. Per hari ini sudah sangat banyak sekali yang membuat mata
kita terbelalak oleh realita yang sangat ironis, dari mulai demokrasi yang
bokbrok, kekerasan di mana-mana, kesetaraan yang hanya jargon semata dan tidak
ada follow up dari pihak yang berwajib, semua itu seakan-akan membuat dunia ini
hanyalah gambaran daripada neraka yang penuh dengan penyiksaan dan kekejaman
setiap harinya, akan kan kita apatis melihat realita tersebut? atau bangkit
melawan ketidakadilan yang tengah
terjadi?
Maka dengan fenomena di atas, saya rasa mayoritas
manusia akan survive dengan segala bentuk kepentingannya sendiri, terutama
dalam hal legacy & regulasi, dengan dua hal tersebut secara otomatis reputasi,
finansial, dan segala bentuk kebutuhan dan keinginannya akan tercapai dengan
sendirinya. Manusia sejatinya akan selalu merasa tidak cukup dan ingin selalu
meningkat hari demi harinya, semua itu terjadi apabila hawa nafsunya tidak
terkontrol dan logikanya terhegemoni oleh kebahagiaan yang sifatnya sementara nan
semu. Zaman sekarang ini, survive sudah sangat jarang di lakukan oleh mayoritas
manusia, tendensinya adalah memilih pragmatis dan oportunis, IPTEK telah banyak
mengubah aktivitas sehari-hari, dari mulanya penuh dengan proses yang step by
step, kini sangat praktis, tinggal klik saja dan cukup dengan menuggu, nan itu
pun tidak lama.
Dari uraian di atas saya pikir manusia modern harus lebih bisa
mengaksesor sekaligus mengupgrade diri secara individual, karena memang apabila
dua hal tersebut tidak dilakukan maka akan menjadi senjata makan tuan bagi
siapa saja yang menggunakannya, al hasil SDM terbentuk akan konsumtif dan
cenderung menyia-nyiakan waktu saja, bukan berinovasi atau pun berkreasi tiada
henti. Maka dengan demikian perlunya tindakan yang serius dan sungguh-sungguh dari
setiap individu tersebut. Maka dengan mengaksesor diri sekaligus
mengupgradenya, adalah salah satu anternatif untuk bisa progresif dan sesuai
dengan ekspetasi yang sudah di targetkan. Ada beberapa hal yang harus di
perhatikan untuk survive di era modern ini, sedikitnya ada 3 hal, yaitu sebagai
berikut:
Pertama, Berpegang teguh pada kebenaran. Manusia hidup
di dunia ini tidak lepas dari yang namanya kebenaran, dengan kebenaran manusia
bisa mencapai apa yang ia inginkan nan butuhkan, bahkan kebenaran merupakan sesuatu
yang urgent dalam kehidupan, baik itu dalam prilaku, ucapan, kebijakan, dan
masih banyak yang lainnya. Oleh karena itu di era yang serba modern ini jangan
sampai manusia terhegemoni dan termanipulatif oleh IPTEK yang sejatinya mereka
tidak memiliki hati nurani dan akal sehat seperti halnya manusia, IPTEK
hanyalah sebuah alat dengan komposisi mesin dan kecerdasan buatan yang bertujuan
untuk mempermudah kebutuhan manusia, dengan demikian dapat di dapahami bahwa
IPTEK tidak akan benar-benar menyajikan apa manusia butuhkan nan inginkan
secara valid dan akkurat.
Kedua, Gali semua potensi dalam diri. Kita sudah tahu
bersama di era modern ini soft skill merupakan hal yang paling di cari, hal ini
berkorelasi dengan potensi yang ada dalam diri manusia, tidak menutup
kemungkinan walaupun sudah banyak media-media pers atau berita yang sudah menggunakan
reporter AI, atau karyawan-karyawan yang menggunakan robot dan
kecanggihan-kecanggihan yang lainnya, namun semua itu hanyalah teknologi, bisa
kapan saja troble atau bahkan menjadi senjata makan tuan bagi siapa saja yang
menggunakannya. Oleh karena itu, sebagai manusia yang ingin terus progresif, sudah
saat untuk melakukan aksi nyata dengan menggali potensi dalam diri, baik itu
dalam hal pemanfaatan media komunikasi, kerja tim, problem sholving, manajemen
keuanngan, investasi, dan masih banyak yang lainnya.

Komentar