Pentingnya Pendidikan

 

Dalam lembaran kali ini saya akan mengupas beberapa hal penting untuk terus berjuang melawan segala bentuk penindasan dan kesewenang-wenangan dengan proses belajar “Pendidikan”, dewasa ini kita butuh gerakan yang masif dan kesadaran kolektif, hal ini pun yang bisa mendombrak beberapa penindasan di masa lampau, sebagaimana kita ketahui bahwa negara tercinta kita saat ini, juga termasuk negara yang pernah dijajah, dan penjajah itu bisa terselesaikan yaitu dengan Ilmu Pengetahuan, dan bisa dipastikan ilmu pengetahuan tersebut bisa diraih salah satunya dengan “Pendidikan”.

Di sejarah negara lain pula, misalnya jepang, dulu pasca hiroshima dan nagasaki dibom oleh amerika serikat, yang pertama mereka cari bukanlah arsitek, dokter, atau bahkan polisi, akan tetapi yang paling awal mereka cari adalah seorang guru, yang mana guru tersebut bisa membangun kembali pemikiran-pemikiran tentang menjadi arsitek, dokter sampai dengan polisi, oleh sebab itu mereka memilih seorang yang berprofesi sebagai guru. Bahkan kita bisa menganalisa bagaimana sekarang negara tersebut bisa menjadi sangat maju dan penuh dengan talenta, baik itu dari IPTEK, SDM, dan kemajuan lainnya.

Makannya tidak heran jika negara jepang termasuk ke dalam negara super power, lantas kenapa kita harus membahas sejarah tersebut, bukannya ketika membahas sejarah yang ada hanya akan menemukan pertumpahan darah dimana-mana, hingga menghilangkan pri kemanusiaan, Itu merupakan sisi gelapnya, tapi kita akan belajar bagaimana ilmu pengetahuan bisa mengubah segalanya diberbagai sektor dalam dunia ini. Dengan mengingat sejarah tersebut kita bisa mengerti betapa pentingnya pendidikan itu, bahkan sadar tidak sadar mayoritas manusia menggunakannya hari demi hari, dari mulai produk IPTEK misalnya, handphone, laptop, Komputer hingga fasilitas inprastruktur yang sering kita kendarai, itu semua berawal dari yang namanya “Pendidikan”.

Realitas kita saat ini sangatlah rentan dengan hal-hal yang sifatnya problematik, hingga membawa ironi, dan itu tidak lepas dari hasil pendidikan pula yang disalah gunakan, bahkan dialih fungsikan. Di era kontemporer ini sudah seharunya kita tidak kaku lagi dengan yang namanya dunia Pendidikan, walaupun diluar sana masih banyak yang menganggap bahwa berpendidikan merupakan hal yang sifatnya nihil hingga menjustifikasi tidak ada gunanya, sampai dengan hanya sia-sia dan tidak akan mengubah apapun, walaupun demikian data diseluruh dunia membuktikan bahwa orang sukses dan berpengaruh didunia ini adalah mereka yang berpendidikan.

Pemikiran yang mengjustifikasi bahwa pendidikan tidak akan mengubah apapun itu, adalah orang-orang memiliki sampel, yang mana didaerah mereka terdapat orang bersekolah tinggi tapi tidak bisa mengubah apapun, bahkan  dirinya pun tidak bekerja sama sekali, atau tidak sesuai dengan profesinya ketika berpendidikan tinggi tersebut. Pemikiran dan dinamika demikianlah yang membuat beberapa orang menjustifikasi bahwa berpendidikan  tidak akan mengubah apapun, namun satu hal yang mereka tidak pahami, bahwa tugas, pokok dan fungsi daripada pendidikan itu bukan tentang bagaimana perubahan itu dapat terwujud secara praktis, atau sesuai atau tidak sesuainya manusia tersebut bekerja atas program pendidikan yang ia pilih, namun itu semua hanya perihal moral belaka, bukan dari bagian tugas, pokok dan fungsi daripada pendidikan.

Lantas apa tugas, pokok, dan fungsi pendidikan itu? dikutip dari seorang tokoh terkemuka, Paulo Freire, bahwa tupoksi daripada pendidikan itu sebagai “Praktik Pembebasan” yang mana makna yang terkandung dalam redaksi tersebut sangatlah komprehensif, dari mulai pemikiran, pekerjaan, proses, yang mana semua sesuatu itu berasaskan ilmu pengetahuan yang dilewati dengan proses pendidikan, baik itu yang sifatnya formal atau bahkan non formal. Sudah jelas sekali bahwa tidak majuan suatu situasi dan kondisi, atau banyaknya problematika yang terjadi dinegara kita ini misalnya, itu karena dua point, satu karena ketidaktahuan, dua karena tidak berasaskan ilmu pengetahuan

Jika seandainya negara tercinta kita ini tahu bahwa pendidikan itu sanngatlah penting dan sebagai praktik pembebasan, hingg semua kebijakan, sistem, sampai dengan aturan yang berlaku berasaskan ilmu pengetahuan, pastinya negara ini akan maju melesat, keadilan ditegakkan sebagaimana mestinya, kesejahtraan masyarakatnya tercapai, hidup makmur, rukun aman dan tentram tentunya. Tapi negara seakan akan tidak ingin terjadi realitas itu, bagi mereka semua hanya uthopis dan mangada-ngada saja, langkah tersebut bisa dianalisa dari satu sektor saja, misalnya pendidikan, dimana masih banyak sekali fasilitas yang tidak memadai untuk menunjang proses pembelajaran, bahkan dananya pun dikorupsi oleh koleganya sendiri.

Problematika diatas sangatlah ironis, bagaimana suatu bangsa ingin bangkit dari keterpurukan itu sangatlah sukar, karena hal ini melawan sistem yang tidak berpihak pada ilmu pengetahuan, bahkan ketidaktahuan seakan-akan terus dipelihara oleh pemangku kebijakan pada rakyatnya sendiri, mereka tidak ingin rakyatnya menjadi tahu, karena mereka tidak ingin praktik kotornya terungkap. 


Komentar